Tampilkan postingan dengan label Fiqh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiqh. Tampilkan semua postingan

Menguak Malam Lailatul Qadr


I. Muqaddimah

Diantara hikmah dalam penciptaan Allah Azza wa Jalla adalah Dia memilih diantara ciptaan-Nya siapa yang dikehendaki lalu mengutamakannya atas sebagian yang lain. Allah Azza wa Jalla berfirman :

[وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ  ]
Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. (QS. Al Qashash : 68)


Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan ayat tersebut dengan perkataannya : “Yang dimaksud dengan al ikhtiyar adalah pemilihan dan penyeleksian jadi maknanya memilih setelah menciptakan” (1)
Diantara bukti dan dalil adanya ikhtiyar (pemilihan) diantara sekian banyak makhluk adalah Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutamakan surga Firdaus dari seluruh jenis surga yang ada, Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil merupakan tiga malaikat yang paling utama dari sekian banyak malaikat, Para ulul azmi lebih utama dari para nabi dan rasul yang lain, Para sahabat dipilih untuk menjadi generasi yang terbaik dan diantara sahabat ada yang lebih afdhal dari yang selainnya, Ummat ini dipilih untuk menjadi ummat yang paling afdhal dibandingkan ummat-ummat yang lain, Allah subhanahu wa ta’ala mengutamakan sebagian tempat dan negeri dibandingkan tempat-tempat yang lain dan yang paling afdhal adalah negeri Haram (Tanah Mekkah), termasuk dalam hal ini adalah Allah subhanahu wa ta’ala memilih dan mengutamakan sebagian waktu dari yang lainnya; dimana hari yang terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dalam setahun adalah hari raya kurban, bulan yang terbaik adalah bulan Ramadhan dan malam yang terbaik adalah lailatul qadr yang lebih utama dari 1000 bulan.


Para ulama berbeda pendapat tentang yang mana afdhal sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah atau sepuluh akhir bulan Ramadhan ?