Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Belajarlah dari "Air"


oleh: Ahmad Fajar Natsir


Air memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Selain bermanfaat untuk pertumbuhan mahkluk hidup, ternyata banyak juga yang bisa kita ambil hikmah dari siklus air tersebut. Siklus air adalah simbol kesabaran atas konsensus alam. Siklus air bermula dari udara turun kedarat berupa hujan, ada yang tersimpan dalam air tanah, ataupun dimanfaatkan oleh tanaman, ada yang mengalir melalui sungai ke laut, dan menguap kembali ke udara. Air tidak pernah mengeluh ketika dipanaskan ataupun didinginkan, bahkan dengan dua kondisi itu ia bisa memberikan manfaat bagi orang orang yang membutuhkannya. Air selalu dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya karena salah satu sifatnya adalah selalu mengikuti wadah yang ditempatinya, namun kandungan air itu sendiri tidak berubah yang menunjukkan keistiqomahan dan fleksibilitas air dalam beradaptasi. Seperti itulah semestinya kita. Dimanapun berada kita harus selalu bisa menyesuaikan diri, beradaptasi dan tidak mudah mengeluh terhadap kondisi yang terjadi dan menimpa pada saat ini, malahan kita memberikan hal-hal yang baik pada lingkungan tempat kita berada

Hanya Satu Nyawa

Generasi Salaf adalah generasi yang luar biasa. Dunia ini tak akan pernah lagi merasakan dan menyaksikan sebuah generasi seperti itu. Hanya sekali saja. Benar, hanya sekali saja ia ditakdirkan menjadi panggung kehidupan sekaligus saksi sejarah untuk sebuah generasi bernama al-Salaf al-Shaleh itu. Sebagaimana ungkapan para ulama, generasi ini dengan manhaj yang menjadi jalan serta pegangan hidupnya telah menyatukan 3 sifat yang tak mungkin terpisahkan satu dengan lainnya. Manhaj Salaf itu a’lam, ahkam dan aslam.

Manhaj Salaf itu a’lam atau paling sesuai dan penuh dengan ilmu, karena seluruh ilmu Islam berasal dari mata air Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengalir melalui anak-anak sungai para Salaf. Jangan pernah mengatakan engkau lebih tahu dari mereka tentang agama ini.

Manhaj Salaf itu ahkam atau paling penuh hikmah, karena hikmah hanya akan lahir dan mengalir

Berlomba menuju Kota Raja



Ibnu Abdil Bari el ‘Afifi

            Dikisahkan, ada seorang Raja membangun sebuah kota di lokasi yang sangat strategis, dan dekat dengan sumber air. Sungai-sungainya mengalir dengan deras dan pepohonannya teratur rapi. Suatu hari, sang Raja berkata kepada rakyatnya, “Berlombalah kalian menuju tempat yang paling indah di kota tersebut. Barangsiapa yang mencapai tempat tersebut, maka ia menjadi miliknya. Ia boleh memilih rumah mana saja yang disukainya, sesuai dengan cepat-lambatnya kalian dalam mendapatkannya. Ia juga berhak mendapatkan layanan untuk mendapatkan apapun yang dikehendakinya. Semaunya. Tetapi barangsiapa yang berlambat-lambat, maka ia akan didahului orang lain untuk mencapai kota tersebut, dan rumahnya akan ditempati oleh orang lain, dan ia akan menjadi orang yang sedih, dan tidak mendapat tempat tinggal, selama-lamanya.”
            Sang Raja juga memberitahukan bahwa dalam mengarungi perlombaan itu, mereka akan menemui pohon besar yang rindang, yang akan menjadi naungan bagi orang-orang di bawahnya. Di bawah pohon tersebut terdapat air yang mengalir dan di atasnya terdapat bebuahan yang bermacam-macam, dan beburungan yang berkicauan merdu.