Dulu aku mengenalmu,
Sejak pertama komentar di statusmu,
Lalu kau balik komentar di statusku
Semua interaksi yang terkesan biasa
komentar yang semua biasa.
Suatu hari aku tersentak kaget,
Dengan statusmu yang sama dengan statusku,
Di wall mu dan di wall ku tertulis:
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`” (QS. Al-Baqarah:75)
Aku lagsung koment, bilang kalau status kita sama,
Kau tampak biasa, aku pun sama
Beberapa hari berikutnya
Label: Kisah
Anda tentu mengenal nama Abu Hanifah an-Nu’man bin Tsabit, salah seorang ulama besar, dan termasuk salah satu dari imam empat madzhab. Ada kisah menarik, berkaitan dengan beliau, tetapi kisah ini bermula di saat beliau belum lahir.
Pada abad pertama hijriyah, terdapat seorang pemuda yang mengabdikan dirinya untuk menuntut ilmu syar’i, tetapi ia sangat miskin. Suatu hari ketika ia merasa sangat lapar dan tidak mendapatkan sesuatu apapun yang bisa dimakan, ia berusaha mencari makanan di luar rumahnya. Kemudian, ia berhenti di salah satu kebun yang penuh dengan pepohonan apel, yang salah satu rantingnya menjulur ke jalan. Karena sangat lapar, ia terdorong untuk memakan apel tersebut, apalagi ia merasa perlu untuk mempertahankan raganya. Ia juga berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang melihatnya, di samping ia juga merasa bahwa kebun tersebut tidak akan berkurang dengan sebab satu biji apel saja. Maka, ia beranikan diri untuk memetik satu buah apel dan memakannya hingga rasa laparnya hilang.
Ketika beranjak pulang ke rumah, jiwanya mulai mencacinya
Label: Kisah
Al Ustadz Harman Tajang hafizhohullah
Disebutkan Oleh Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitab zain tabaqaat al hanaabilah kisah seorang ulama salaf yang bernama Qadhi Abu Bakr Ibnu Muhammad Abdul Baaqi Al Bazzaz Al Anshori Rahimahullah. Yang nanti akan kita sebut dengan Imam Al Bazzaz.
Imam Al Bazzaz menceritakan dirinya ia berkata:
Dahulu aku pernah tinggal di Makkah beberapa tahun lamanya. Pada satu musim aku pernah merasakan lapar yang sanagat melilit. Dan aku pada waktu tidak memiliki apa apa yang bisa kugunakan untuk membeli makanan. Akhirnya aku keluar mencari cari makanan dan aku tidak mendapatkan apapun.
Tiba tiba, disebuah jalan aku mendapatkan sebuah bungkusan yang terbuat dari harir (sutrah) dan pengikatnya juga terbuat dari harir. Maka aku membawa pulang bungkusan tersebut dan ketika aku membukanya, aku lebih kaget lagi. Ternyata
Label: Kisah
Diceritkan oleh al Imam Ibnu Hibban dalam kitab Ats-Tsiqaats dari Abdullah Ibnu Muhammad ia berkata:
Dahulu aku pernah berteduh disuatu tempat di Mesir. Maka aku melihat sebuah kemah yang terpancang, kemah yang sangat kecil dan nampak pemiliknya adalah seorang yang sangat fakir yang tidak memiliki apa apa. Maka aku pergi ke kemah tersebut dan mendekatinya untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Kemah yang terletak di sebuah padang pasir. Maka aku melihat seorang laki laki yang telah hilang kedua tangannya dan begitu juga dengan kedua kakinya. Ia adalah seorang laki laki yang tuli dan buta yang tidak tersisa dari tubuhnya yang dapat ia manfaatkan kecuali hanya lisannya saja.
Saya mendengar ia berkata: allahumma auzi’ni an asykura ni’matakallati an’amta ‘alyya wa an fadhdhaltanii ‘ala katsiirin mimman khalaqta tafdhiila (yaa Allah karuniakanlah padaku agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu atasku dan pengutamaan-Mu terhdap diriku dari banyaknya makhluk makhluk-Mu) maka Aku berkata: “sungguh ajaib’’ setelah itu aku pergi kearahnya lalu saya katakan: wahai engkau, nikmat apakah yang engkau syukuri pada Allah itu? Nikmat apa itu?
Label: Kisah